Para Petani Perhutanan Sosial, Demo ke Pendopo...

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Para Petani Perhutanan Sosial, Demo ke Pendopo...

Rabu, 31 Oktober 2018


Pemalang, Ratusan petani yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Germas PS) berunjuk rasa di depan pendopo Kabupaten Pemalang.

Para petani perhutanan sosial itu hendak bertemu bupati Pemalang, H. Djunaedi untuk menyampaikan tuntutannya.
Namun menurut Kapolsek. Pemalang, AKP. I Ketut Mara, dihadapan para pendemo memberitahukanbahwa bupati Djunaedi tidak ada di tempat.

"Bupati sedang ke Jambi...," Ucapnya.
Namun massa tetap bergeming dan ngotot ingin bertemu bupati.
Akhirnya dicapai kesepakatan antara pengunjuk rasa dengan pihak pemda. untuk dialog.

Sejumlah perwakilan dari Gemas PS diperkenankan masuk ke dalam sekretariat pemkab. setempat.
Bertempat di ruang rapat sekda, perwakilan petani perhutanan sosial ditemui Kasatpol.PP, Wahyu Sukarno AP dan Kepala Kesbangpol, Purjanto.
Dalam pertemuan tersebut, seorang yang mengaku sebagai presidium petani perhutanan sosial kabupaten Pemalang, Khaeru, mengungkapkan bahwa seorang petani perhutanan sosial bernama Daryono telah dikriminalisasi.
"Pak Daryono dituduh melakukan 'Ilegal Logging' dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan selama Satu tahun Satu bulan... padahal menurut kami, pak Daryono tidak bersalah...," Ujarnya.

Lebih lanjut, Khaeru menyatakan bahwa terpidana yakni Daryono hanya menebang Dua batang pohon saja dan pohon yang dipotong masih dalam areal perhutanan sosial yang ada ijinnya alias diperbolehkan untuk kepentingan petani.

"Dan kenapa kami menganggap pak Daryono dikriminalisasi karena disamping dia tidak bersalah, jumlah pohon yang dipotong tidak sesuai kenyataan yang ada...pak Daryono hanya memotong Dua pohon, kenapa pihak perhutani menyebut sampai ratusan pohon...," Ungkapnya.

Seorang orator dari Germas PS, Rojikin alias Bledeg menyayangkan sikap Pemda. Pemalang yang ia nilai tak peduli terhadap kasus yang menimpa Daryono yang notabene adalah warga Pemalang.

"Bupati terkesan tutup mata...," Ucapnya.
Diakhir perundingan tersebut, Kasatpol.PP berjanji akan meneruskan tuntutan dari para petani perhutanan sosial yang tergabung dalam "Germas PS" pada bupati Pemalang.
"Karena Bupati sedang tidak ada di tempat, beliau masih di Jambi mendampingi para transmigran, maka apa yang anda semua sampaikan tadi sudah saya catat dan nanti akan saya sampaikan pada pak bupati...," Tegas Kasatpol.PP, Wahyu Sukarno AP dihadapan perwakilan petani perhutanan sosial.

Nampaknya perwakilan yang hadir dalam pertemuan tersebut menyepakatinya.
Kurang lebih pukul 12.30 WIB. para pendemo membubarkan diri.
Reporter: Slamet SBL