Aneh, Manager Grab Tidak Tahu Jumlah Driver Grab...

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Aneh, Manager Grab Tidak Tahu Jumlah Driver Grab...

Jumat, 02 November 2018


Pemalang, Hal tersebut tersebut terungkap pada saat pertemuan antara awak angkutan "Konvensional" dengan manager serta ketua ojek online Grab di ruang rapat DPRD Kabupaten Pemalang.

Ketika Fahmi (Komisi B) menanyakan jumlah pengemudi(driver) Grab yang ada di wilayah Pemalang, Ade Mustafa Kurniawan (Manager Grab Pemalang) berdalih tidak tahu
"Saya tidak memiliki datanya...," Kilahnya sambil menyatakan bahwa yang punya data termasuk jumlah driver Grab adalah manajemen Grab Propinsi Jawa Tengah.

"yang tahu dan punya datanya, manager Grab Semarang(propinsi)...," Alihnya sambil mengatakan bahwa pihak manajemen Grab Jateng masih dalam perjalanan menuju ruang rapat.

Setelah ditunggu, beberapa menit kemudian manajemen Grab yang dimaksud pun tiba.
Fahmi langsung menanyakan soal yang sama yakni mengenai jumlah tukang ojek Grab pada Dazer (Manager Grab Semarang/Propinsi Jateng).
Senada dengan Ade Mustafa Kurniawan (Manager Grab Pemalang), Dazer juga mengaku tidak tahu.

"Mereka kan hanya mitra kami, jadi kami tidak tahu berapa jumlah yang aktif...," Ucapnya.

Jawaban dari kedua manager Grab tersebut disambut dengan sorakan dari yang hadir karena merasa heran, aneh rasanya kalo sampai pihak manajemen Grab tidak tahu jumlah Driver Grab.

Ternyata itu juga yang dirasakan oleh pimpinan rapat, Fahmi.

"Anda(manager Grab) harus terbuka (transparan) tidak boleh ada yanh ditutupi...," Ujar Fahmi.
Ironisnya lagi, dinas perhubungan pun menyatakan tidak tahu jumlah ojek online (Grab) yang beroperasi di Pemalang.

Pihak dishub yang diwakili staf bidang angkutan darat, Aswan berkilah pihaknya pernah minta data pada pihak Grab namun hingga sekarang belum diberi.
"Kami pernah minta data pada mereka (Grab), tapi sampe sekarang kami belum menerimanya...," Ucap Aswan.
Pertemuan antara awak angkutan "Konvensional" dengan pihak ojol Grab, memutuskan mulai hari ini, Jum'at(2/11), ojek online baik Grab dan lainnya dilarang "ngetem" atau mencari penumpang di tempat-tempat "strategis" alias Zona Merah dimana biasanya angkutan "Konvensional" mangkal, seperti sekolah, rumah sakit, dan seterusnya.

Fahmi selaku pimpinan rapat juga men-Dead Line pada bagian hukum setda dan dishub menyiapkan draf kesepakatan yang nantinya ditandatangani oleh keduabelah pihak (awak angkutan konvensional dan online) serta pihak terkait lainnya.
"Paling lambat tanggal 9 November 2018...," Tegas Fahmi.

Sebagai tambahan Informasi, rapat yang mempertemukan awak angkutan konvensional dengan ojek online (Grab) dimulai dari pukul. 09.30 - 11.30 WIB.
(Reporter: Slamet SBL).